Tampilkan postingan dengan label sejarah unik asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah unik asia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

NV Merbaboe

NV Merbaboe



Tulisan ini adalah saduran dari berbagai sumber, mohon koreksi dan kritiknya apabila ada kesalahan penulisan fakta.

Tahun 1930-an Belanda dihebohkan oleh sebuah pesawat Walvaren yang berhasil terbang dari Indonesia sampai ke Belanda. Pesawat itu yang dimiliki oleh jutawan Khouw Khe Hien seorang pewaris dari sebuah rumah potong hewan N.V. Merbaboe. Dalam tulisan kali ini akan lebih dibahas mengenai N.V. Merbaboe.

Untuk mencari data lebih lanjut mengenai N.V. Merbaboe terdapat banyak kendala karena saat ini sudah sedikit sisa-sisa yang bisa dilihat. Berdasarkan sebuah iklan yang ditemukan, Merbaboe memiliki tempat di beberapa lokasi seperti di Batavia (Jakarta), Buitenzorg (Bogor), Soekaboemi (Sukabumi), Bandoeng (Bandung), Semarang, Djogja, Soerabaja (Surabaya). Cukup besar bila dilihat dari zaman 1900an.

NV Merbaboe denagn cabang-cabangnya

Menurut data yang berhasil ditemukan, N.V. Merbaboe bergerak di beberapa bidang usaha seperti rumah jagal, agen Greenspot, roti, daging, susu dan sosis. Untuk lokasi usahanya yang di Bandung terdapat di Waringinweg 16 dan 17 sekarang menjadi jalan Arjuna. Nomor telepon dari gedung tersebut adalah Bd2373 untuk Waringinweg 17 yang menurut buku telepon untuk bakeri yang memakai listrik dan Bd 1552 untuk Waringinweg 16 untuk rumah jagal dan daging yang higienis. Gedung tersebut sekarang menjadi gedung yang ditempatin oleh Sharp.
Iklan Greenspot dari distributor Merbaboe
Iklan GreenSpot dari distributor Merbaboe dari harian Sin Po

Gedung bekas NV Merbaboe yang dipakai Sharp di Kota Bandung




Khouw Khe Hien tidak terlalu lama dalam mengelola NV Merbaboe karena meninggal dalam usia 31 tahun karena kecelakaan pesawat. Pesawat yang dipesan oleh Khouw Khe Hien digunakan untuk mengontrol cabang usahanya yang tersebar di berbagai lokasi. Pengelolaan NV Merbaboe dilanjutkan ke adiknya, yaitu Khouw Keng Nio. Di tangan Khouw Keng Nio NV Merbaboe semakin besar dengan mampu mendatangkan sapi dari berbagai tempat untuk mensuplai langganannya yang banyak.

Pesawat yang dimiliki Khouw Khe Hien untuk mengelola NV Merbaboe yang menghebohkan dunia 


Ditemukan juga sebuah majalah merbaboe yang dibuat oleh Merbaboe Bedrijven yang beralmat di Kon. Drukk. De Unie. Molenvliet 0.8. Batavia - Centrum.

Iklan NV Merbaboe
Tidak ditemukan lebih lanjut data mengenai kelanjutan dari Merbaboe ini dan kondisi saat ini NV Merbaboe. Mungkin hanya segini yang dapat dituliskan mohon maaf atas kekurangan dan terima kasih.
Khouw Khe Hien jutawan pewaris NV Merbaboe yang meninggal di usia muda karena kecelakaan pesawat

Majalah Merbaboe





sumber:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/05/made-in-bandung-menggegerkan-eropa
https://books.google.co.id/books?id=lEGrOWWEvswC&pg=PA126&lpg=PA126&dq=nv+merbaboe&source=bl&ots=JaouX1gfZq&sig=X_zQeVac3oe5KCDYg7du4AVazgE&hl=id&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwil7t2bqo3KAhXHQI4KHYOXBQMQ6AEIJTAC#v=onepage&q=merbaboe&f=false
https://twitter.com/A13Xtriple/status/484267104271486978?replies_view=true&cursor=ABDCZFJ5uAY
https://twitter.com/A13Xtriple/status/484267104271486978
http://www.geneaknowhow.net/script/dewit/tel1936/k-q.htm
http://www.geneaknowhow.net/script/dewit/tel1936/47.pdf
http://koleksikemalaatmojo2.blogspot.co.id/2012/11/majalah-lama-de-merbaboe-bode-edisi.html


sumber gambar:
http://karawangtoday.com/wp/wp-content/uploads/2014/07/pkkkh-500x500.jpg
http://antikpraveda.blogspot.co.id/2014/10/reklame-green-spot-distrib-merbaboe.html
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9r7KnuT1hcav84rWzlb-8-BdKqFqRBWBZUBkVc0kJoGyffXyG0RW25RbJ440DqjORrvkJMRkA1d6kLUpwrzRw1cThDeaP41DJ53B-Qw4W37v8K5SK5GfYqoUUmmr4SWQZKZVw47vgDZw/s1600/Merbaboe+Perdana+1942.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-WmieX9qE_t8/UGVbVyFIllI/AAAAAAAAFg8/G8c1PmsNCPI/s320/DSC00590.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtzI49iKQDtJfWZ9-N3szab1d68nJA-Xn7blKYzYp9naR_ufyt3FW8HksnFvDEGmnIT-hhL9PnSnZKT_zk37y-tPGtWNsT2yMm53SyU_C0lOcap1mmAlCZ-LFudveobJIXcV7VfkOVLKs/s400/IMG-20110508-00244.jpg
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/ae/fe/22/aefe225ec45e0ef43062ae96b0ab6641.jpg
http://beritabaik.web.id/wp-content/uploads/2014/06/7086L-2.jpg

Rabu, 05 September 2012

Temuan Candi di Pati Langka


Sumber gambar: Balai Arkeologi Yogyakarta

Tim Balai Arkeologi Yogyakarta berhasil mengekskavasi candi di Desa Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dua candi yang diekskavasi ialah satu kompleks percandian, satu merupakan candi induk, sementara yang lain adalah candi perwara.

Pihak Balai Arkeologi Yogyakarta menyatakan bahwa temuan candi Hindu ini langka dilihat dari sisi material bangunan dan lokasi penemuannya.

"Candi ini diperkirakan berasal dari abad ke 8 sampai 10. Material bangunannya terbuat dari batu bata merah," ungkap Rita Istari, ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta saat dihubungiKompas.com, Rabu (18/7/2012).

Rita menjelaskan, bangunan candi dengan material bata merah relatif langka di Jawa Tengah, apalagi pada abad 8-10.

Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Siswanto, mengatakan bahwa selama ini terdapat dikotomi bahwa candi-candi di Jawa Timur banyak yang terbuat dari bata merah dan di Jawa Tengah terbuat dari batu.

"Dengan adanya penemuan ini, maka terbukti bahwa dikotomi itu tidak selalu benar," jelas Siswanto.

Material bangunan dari batu bata juga menunjukkan bahwa candi-candi kuno tak selalu dibangun dengan batu. Masyarakat atau kerajaan bisa saja membangun candi dengan material yang melimpah di sekitarnya.

"Kalau di wilayah dekat Pati, banyak material batu bata merah, jadi itu yang dipakai. Kalau mendatangkan batuan dari pegunungan untuk membuat candi, itu tidak mungkin sebab akan jadi pekerjaan berat," papar Rita.

Dari sisi lokasi, candi di Pati juga termasuk langka. Selama ini, mayoritas candi Hindu terdapat di wilayah yang tinggi karena Hinduisme menghormati gunung. Penemuan candi di dataran rendah relatif sedikit, diantaranya hanya di Tegal.

"Penemuan ini bisa menambah referensi tentang penyebaran Hindu di Indonesia," papar Siswanto.

Usia candi harus dipastikan. Jika candi lebih tua dari Borobudur dan Prambanan, maka candi dibangun saat masa penyebaran, tapi jika lebih muda maka dibangun oleh kerajaan Hindu yang berjaya di Indonesia.

Candi di Desa Kayen sebenarnya telah ditemukan oleh warga pada Mei 2011 lalu. Penemuan candi berawal dari keinginan warga untuk membangun mushola di lokasi candi.

Temuan kemudian dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah kemudian ditindaklanjuti oleh Balai Arkeologi Yogyakarta. September tahun lalu, langkah ekskavasi telah dilakukan. Langkah yang sama lalu ditindaklanjuti baru-baru ini.

Hasil ekskavasi terbaru berhasil mengungkap arsitektur candi. Bagian candi induk berbentuk bujur sangkar dengan ukura 5,9 x 5,9 meter dan menghadap ke barat. Candi perwara berukuran 2,7 x 4,6 meter dan menghadap ke timur.

"Saat ini kami juga menemukan bagian yang diduga merupakan pintu masuk candi," kata Rita yang juga menjelaskan bahwa bangunan candi yang utuh hanya bagian dasar atau baturnya.

Sumber: kompas.com


Rabu, 29 Agustus 2012

Fosil Manusia Modern Tertua di Asia Ditemukan




Fosil tengkorak manusia modern ditemukan di gua Tam Pa Ling, gua di kawasan karst Gunung Pa Hang di Laos yang juga sering disebut Gua Monyet.
Para ilmuwan menemukan fosil itu pada tahun 2009. Fosil yang ditemukan merupakan fosil manusia modern tertua di Asia.
Penanggalan pada sedimen dimana fosil itu ditemukan menunjukkan, bahwa umur fosil antara 46.000 - 51.000 tahun. Sementara, penanggalan langsung pada fosil menunjukkan, bahwa fosil berusia 63.000 tahun.
Penemuan fosil ini membantu ilmuwan memahami migrasi manusia di Asia. Berdasarkan bukti arkeologis, manusia mulai bergerak dari afrika ke Asia Tenggara pada 60.000 tahun yang lalu.
Namun, selama ini belum ada penemuan fosil di Asia. Temuan ini mengisi gap yang ada.
Laura Lynn Shackelford, peneliti palaeoanthropologi dari University of Illinois yang menemukan fosil ini menyatakan, penemuan ini mengubah pemahaman tentang migrasi manusia di Asia. Rute migrasi lebih banyak dari perkiraan.
"Pemahaman saat ini menyatakan, sekali manusia modern bergerak dari pantai India ke Asia Tenggara, mereka pergi ke selatan ke Indonesia dan Australasia (area melingkupi Australia, Selandia baru dan kepulauan Pasifik," kata Shackelford seperti dikutip Livescience, Senin (20/8/2012).
"Kami berpikir bahwa itu memang terjadi. Tapi kami juga berpikir bahwa ada populasi lain yang bermigrasi ke utara atau timur laut Cina dan beberapa ke pegunungan di daratan utama Asia Tenggara, memanfaatkan sungai. Sebelumnya, tak ada yang tahu mereka akan ke pegunungan Laos, Vietnam dan Thailand," lanjutnya.
Ke depan, peneliti berencana mengekstrak DNA pada fosil yang menyelidiki hubungan antara manusia yang kini memfosil itu dan manusia yang pernah atau masih hidup saat ini. hasil penelitian ini dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.
Sumber :
LIVESCIENCE, kompas.com






Senin, 27 Agustus 2012

Turki Tempat Kelahiran Ratusan Bahasa



Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science pada Kamis (23/8/2012) mengungkap bahwa Turki ternyata merupakan tempat kelahiran ratusan bahasa yang tergabung dalam rumpun bahasa Indo-Eropa.

Quentin Atkinson, pakar psikologi evolusi dari University of Auckland, dan rekannya melakukan studi dengan cara menganalisis kosakata dan geografis dari 103 bahasa dalam rumpun Indo-Eropa dengan pemodelan komputer.

Pendekatan yang dipakai dalam riset mirip dengan studi pandemi yang disebabkan virus. Sampel virus dari beragam tempat dikoleksi, DNA dianalisis dan dipetakan hingga bisa diketahui mutasi genetik yang ada.

"Begitu mendapatkan silsilah keluarga, mereka bisa melacak ke belakang cabang pohon silsilah itu sampai ke asal-muasalnya. Apa yang kami lakukan adalah pendekatan yang sama yang diaplikasikan pada bahasa," kata Atkonson seperti dikutip AP kemarin.

Atkinson mulai menganalisis cognates, kata yang secara jelas memiliki asal-usul yang sama. Salah satu kata yang dianalisis ialah "mother" atau "ibu" dalam bahasa Indonesia. Kata yang mirip ialah "mutter" (Jerman), "mat" (Rusia), dan "madar" (Persia).

Analisis komputer memampukan ilmuwan mengetahui bagaimana moyang bahasa menyebar serta berevolusi menjadi bahasa yang berbeda dan memisah. Dapat diketahui pula wilayah tempat bahasa berasal dan memisah serta waktu pemisahan.

Hasil analisis seperti diberitakan New York Times menunjukkan bahwa bahasa Indo-Eropa berasal dari bahasa proto-Indo-Eropa yang lahir di Anatolia, wilayah yang kini berada di selatan Turki.

Selama ini, ada dua teori yang menjelaskan perkembangan bahasa Indo-Eropa. Teori pertama mengungkapkan, bahasa itu dibawa oleh kaum nomaden berdua pada zaman perunggu yang melewati Ukraina sekitar 5.000-6.000 tahun lalu. Teori kedua menyatakan, bahasa itu lahir dari kebudayaan pertanian di Turki 8.000-9.500 tahun lalu.

Penemuan baru ini mendukung ilmuwan yang berpandangan bahwa bahasa Indo-Eropa berakar di Turki. Beberapa kalangan juga menganggap bahwa penemuan ini mengakhiri perdebatan pendukung dua teori yang ada.

Namun, tak semuanya puas.

Victor Mair, pakar bahasa China dari University of Pennsylvania, mengatakan, "Ada banyak hasil penelitian di makalah ini yang tidak berdasar."

Menurut Mair, analisis Atkinson hanya didasarkan pada lompatan logika bagaimana bahasa berubah dan berdifusi. Sementara pandangan lain yang mengatakan bahwa bahasa Indo-Eropa menyebar lewat kaum nomaden memiliki bukti arkeologis.





















































































































































































































































































































Sumber :
AP / New York Times, kompas.com






Minggu, 26 Agustus 2012

Peninggalan Purbakala Dalam Laut Dicuri


Sebagian benda kuno muatan kapal Inggris yang diperkirakan dari masa akhir tahun 1800-an yang berada pada kedalaman 17 meter di perairan Natuna, Kepulauan Riau, dicuri. Kini, sebagian barang curian, di antaranya berupa benda-benda dari keramik, itu disita di Kepolisian Resor Natuna.
Menurut Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batusangkar—yang membawahkan Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau—Teguh Hidayat, Kamis (30/8), barang-barang curian itu hendak diselundupkan lewat jasa kargo. ”Digagalkan saat Lebaran lalu,” kata dia.
Penggagalan itu dilakukan setelah peneliti Arkeologi Maritim dan Kepala Subseksi Pelayanan Teknis Loka Penelitian Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Nia Naelul Hasanah berkoordinasi dengan polisi. Dugaan sementara, barang-barang bersejarah itu dicuri dengan jasa para penyelam asal Vietnam.
Menurut Teguh, terhadap barang-barang muatan lain yang masih ada di dasar samudra perlu segera diekskavasi atau setidaknya diamankan. ”Kalau tidak segera dilakukan, barang-barang yang masih tersisa bisa dicuri lagi dan kemungkinan habis,” kata Teguh.
Secara khusus, Nia yang pernah menyelam di lokasi Natuna mengusulkan agar ada ekskavasi pada tahun 2013 mendatang. Namun, sebelum itu terwujud, sudah terjadi pencurian.
Teguh mengatakan, saat ini tim BP3 Batusangkar menunggu kajian tim pemerintah pusat dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman yang berada di lokasi. Nantinya, berdasarkan laporan tim tersebut, akan dilakukan pemilahan barang-barang temuan itu.
Sumber :
Kompas Cetak


Rabu, 15 Agustus 2012

Fosil Dinosaurus Berbulu Terbesar Ditemukan





 Xu Xing, peneliti dari Institute of Vertebrate Palaentology and Palaeoanthropology di Beijing, China, menemukan spesies baru dinosaurus yang dinobatkan sebagai satwa berbulu dengan ukuran terbesar.
Spesies baru tersebut dideskripsikan dari tiga spesimen fosil yang ditemukan di Provinsi Liaoning, timur laut China. Satu spesimen ialah individu dewasa, sedangkan dua lainnya adalah anakan.
Jenis dinosaurus terbesar yang ditemukan diberi nama Yutyrannus huali, diambil dari bahasa Latin dan Mandarin yang berarti raja yang besar dan menawan.
Ilmuwan memperkirakan bahwa dinosaurus tersebut hidup sekitar 125 juta tahun lalu. Ukuran berat jenis dinosaurus ini ketika dewasa bisa mencapai 1,4 ton.
"Bulu Yutyrannus seperti filamen yang sederhana. Bulunya lebih seperti bulu anak ayam modern daripada bulu burung dewasa yang kaku," papar Xing seperti diberitakan AFP, Kamis (5/4/2012).
Penemuan ini membuktikan adanya dinosaurus berbulu. Ilmuwan berpendapat, bulu dinosaurus bisa berfungsi sebagai penghangat, menarik pasangan, maupun unjuk kegagahan saat berkelahi.
Yutyrannus huali masih merupakan kerabat Tyranosaurus rex yang hidup hingga 65 juta tahun lalu, saat asteroid raksasa diperkirakan menumbuk Bumi dan memusnahkan sebagian besar makhluk hidup.
Perbedaannya, jika T-rex memiliki dua jari fungsional, Yutyrannus hulai memiliki tiga jari fungsional. Selain itu, jenis baru ini juga punya kaki yang khas, berbeda dengan kerabat T-rex lainnya.
Meski berbulu, Yutyrannus huali terlalu berbulu untuk bisa terbang. Namun, ilmuwan tetap memercayai bahwa burung masa kini merupakan hasil evolusi dinosaurus yang suka hinggap di pohon dan akhirnya belajar terbang.
Selain berbulu, dinosaurus jenis baru ini juga memiliki gigi tajam. Kaki dinosaurus ini lebih pendek dari kaki belakangnya sehingga gerakan dinosaurus lebih didukung oleh kaki belakang.
Penemuan dinosaurus ini dipublikasikan di jurnal Nature.


Sumber :
AFP, kompas.com



Sabtu, 11 Agustus 2012

Bahasa yang Hilang Kini Ditemukan




Arkeolog yang melakukan penelitian di Turki menemukan bukti adanya bahasa yang dilupakan atau hilang. Bahasa itu berasal dari masa 2500 tahun lalu, pada masa Kerajaan Asiria.
Bukti adanya bahasa itu ditemukan dalam sebuah lempengan tanah liat. Menurut prediksi para arkeolog, lempengan tanah liat itu terbakar di sebuah istana di Tushan pada abad ke-8 SM.
Pada tablet yang ditemukan, tertulis nama-nama perempuan yang terkait dengan istana dan badan administrasi Asiria. Seluruh nama yang tertera dituliskan dalam aksara paku.
Tablet tepatnya ditemukan di wilayah Ziyaret Tepe di Sungai Tigris, wilayah tenggara Turki. Wilayah ini ialah lokasi penggalian arkeologi secara ekstensif sejak tahun 1997.
John MacGinnis, arkeolog dari McDonald Institute for Archaeological Research yang melakukan penelitian ini, mengungkapkan bahwa nama-nama yang tertera pada tablet unik dan menarik perhatian.
"Semuanya yang tertulis 60 nama. Satu atau dua adalah Asiria dan beberapa yang lain dari bahasa lain yang ada pada masa itu, seperti Luwian dan Hurrian, tetapi mayoritas dari bahasa yang tak dikenal," ungkap MacGinnis seperti dikutip Sciencedaily, Kamis (10/5/2012).
Arkeolog percaya bahwa orang-orang yang namanya mengindikasikan adanya bahasa yang belum dikenal itu berasal dari Gunung Zagros, kini perbatasan Iran dan Irak. Mereka terpaksa keluar dari kampung halamannya pada masa Kerajaan Asiria.
"Jika teori bahwa orang-orang yang bicara bahasa itu berasal dari barat Iran terbukti, ada potensi bagi kita untuk mendapatkan gambaran sebuah kerajaan pertama yang multietnis," kata MacGinnis.
"Kita tahu dari literatur kini bahwa Asiria memang menaklukkan orang di area itu. Kini kita mengetahui bahwa ada bahasa lain yang mungkin berasal dari daerah yang sama dan mungkin banyak bukti terkait keberadaannya menanti untuk ditemukan," ungkapnya.
Penemuan ini membuka pertanyaan baru, dari mana bahasa yang tak dikenal itu berasal. Ada dugaan bahwa bahasa berasal dari masyarakat Shrubian, masyarakat yang tinggal di Tushan sebelum Asiria datang.
Hipotesis lain menyebutkan bahwa bahasa itu berasal dari orang-orang Mushki, orang yang bermigrasi dari wilayah yang disebut Anatolia. Hipotesis ini dianggap kurang masuk akal.
Pandangan yang lebih kuat adalah bahasa tersebut berasal dari masyarakat yang diusir keluar oleh Asiria. Pendekatan ini dipakai agar masyarakat itu di wilayah barunya bisa lebih bergantung pada Asiria untuk mendapatkan kesejahteraan.
Lempeng tanah liat yang ditemukan kini disimpan di Diyarbakir, Turki. Hasil riset MacGinnis dipublikasikan di Journal of Near Eastern Studies.
Sumber :
SCIENCEDAILY, kompas.com








Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...