Tampilkan postingan dengan label sejarah unik cina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah unik cina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Agustus 2012

Fosil Dinosaurus Berbulu Terbesar Ditemukan





 Xu Xing, peneliti dari Institute of Vertebrate Palaentology and Palaeoanthropology di Beijing, China, menemukan spesies baru dinosaurus yang dinobatkan sebagai satwa berbulu dengan ukuran terbesar.
Spesies baru tersebut dideskripsikan dari tiga spesimen fosil yang ditemukan di Provinsi Liaoning, timur laut China. Satu spesimen ialah individu dewasa, sedangkan dua lainnya adalah anakan.
Jenis dinosaurus terbesar yang ditemukan diberi nama Yutyrannus huali, diambil dari bahasa Latin dan Mandarin yang berarti raja yang besar dan menawan.
Ilmuwan memperkirakan bahwa dinosaurus tersebut hidup sekitar 125 juta tahun lalu. Ukuran berat jenis dinosaurus ini ketika dewasa bisa mencapai 1,4 ton.
"Bulu Yutyrannus seperti filamen yang sederhana. Bulunya lebih seperti bulu anak ayam modern daripada bulu burung dewasa yang kaku," papar Xing seperti diberitakan AFP, Kamis (5/4/2012).
Penemuan ini membuktikan adanya dinosaurus berbulu. Ilmuwan berpendapat, bulu dinosaurus bisa berfungsi sebagai penghangat, menarik pasangan, maupun unjuk kegagahan saat berkelahi.
Yutyrannus huali masih merupakan kerabat Tyranosaurus rex yang hidup hingga 65 juta tahun lalu, saat asteroid raksasa diperkirakan menumbuk Bumi dan memusnahkan sebagian besar makhluk hidup.
Perbedaannya, jika T-rex memiliki dua jari fungsional, Yutyrannus hulai memiliki tiga jari fungsional. Selain itu, jenis baru ini juga punya kaki yang khas, berbeda dengan kerabat T-rex lainnya.
Meski berbulu, Yutyrannus huali terlalu berbulu untuk bisa terbang. Namun, ilmuwan tetap memercayai bahwa burung masa kini merupakan hasil evolusi dinosaurus yang suka hinggap di pohon dan akhirnya belajar terbang.
Selain berbulu, dinosaurus jenis baru ini juga memiliki gigi tajam. Kaki dinosaurus ini lebih pendek dari kaki belakangnya sehingga gerakan dinosaurus lebih didukung oleh kaki belakang.
Penemuan dinosaurus ini dipublikasikan di jurnal Nature.


Sumber :
AFP, kompas.com



Sabtu, 04 Agustus 2012

Tembok Besar China Ternyata Dua Kali Lipat Lebih Panjang


Tembok Besar China ternyata jauh lebih panjang dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini terungkap dari hasil survei Badan Urusan Kepurbakalaan China (SACH) sejak tahun 2007 di 15 provinsi di China.

Panjang Tembok Besar China sebelumnya pada tahun 2009 diperkirakan 8.850 km. Dalam penelitian terbaru, panjang bangunan bersejarah ini ternyata 21.196,18 km. Dengan demikian, panjang Tembok Besar China ternyata lebih dari dua kali lipat dibanding perkiraan sebelumnya.

Tongko Mingkan, Kepala Deputi SACH, mengatakan, untuk mengukur panjang Tembok Besar, sejumlah 43.721 situs purbakala diidentifikasi. Sejumlah tembok, reruntuhan, bagian pertahanan, celah sempit, dan bagian Tembok Besar lain diteliti.

Bangunan yang ditetapkan sebagai World Heritage sejak 1987 ini dikenal dengan "Tembok Panjang 10.000 Li". Tembok Besar adalah bangunan besar pertama yang dibangun manusia, terbuat dari batu, batu bata, dan bahan lain. Konstruksi Tembok Besar dimulai pada abad ke-7 SM.

Bangunan yang juga berfungsi untuk pertahanan tersebut kali pertama digunakan oleh Kaisar Qin Shi Huang pada tahun 220 SM untuk melindungi China dari serangan kalangan perampok dari wilayah utara.

Setelah masa tersebut, beberapa dinasti terus mempertahankan dan merenovasi Tembok Besar. Mayoritas dari struktur yang masih kokoh saat ini adalah yang dibangun kembali pada masa Dinasti Ming pada tahun 1364-1644.

Saat ini, dari seluruh bangunan hasil rekonstruksi Dinasti Ming, hanya 8,2 persen yang masih utuh. Sisanya dalam kondisi memprihatinkan. Banyak bagian telah runtuh, rusak, oleh aktivitas manusia dan pariwisata.

Seperti diberitakan Discovery, Kamis (7/6/2012), SACH akan merumuskan panduan untuk perlindungan Tembok Besar serta menyusun sistem pengawasan sehingga upaya pelestarian bangunan bersejarah ini akan berjalan.


Sumber :
DISCOVERY


Jumat, 03 Agustus 2012

110 Prajurit Terakota China Diekskavasi


Arkeolog asal China menemukan patung prajutit kuno Cina berbahan terakota yang telah terpendam di dalam tanah selama ratusan tahun. Patung itu ditemukan lewat proses penggalian baru-baru ini di kompleks pemakanan Kekaisaran Qin di wilayah utara Kota Xi'an.

"Proses penggalian di wilayah seluas 200 meter persegi menemukan total 110 patung prajurit berbahan terakota," kata Shen Maosheng dari Qin Shihuang Terracotta Warriors and Horses Museum.

"Yang paling signifikan dari penemuan baru-baru ini adalah bahwa peninggalan ini ditemukan dalam kondisi yang masih bagus dengan warna baik," tambah Shen seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (11/6/2011).

Selain menemukan prajurit terakota, arkeolog juga menemukan 12 kuda tembikar dan bagian kereta tempur. Tempat terpendamnya 11 patung prajurit kuno lain juga dikuak, tetapi belum dilakukan penggalian. Ditemukan pula tameng yang digunakan prajurit pada masa Dinasti Qin (221-206 SM).

Penemuan prajurit terakota ini merupakan temuan arkeologis lain yang mengejutkan di China. Sebelum temuan ini, arkeolog juga dikejutkan dengan penemuan bahwa Tembok Besar Cina ternyata dua kali lipat lebih panjang dari yang diperkirakan sebelumnya.

Patung terakota sebenarnya dibuat untuk tujuan dekorasi pemakaman. Patung ini dibuat untuk menemani atau melindungi Kaisar Qin Shi Huang dalam kehidupan setelah matinya. Patung ini ikut dikubur sekitar tahun 210-209 SM.

Sebelumnya, prajurit terakota juga pernah ditemukan pada tahun 1974 oleh petani yang tengah menggali untuk membuat sumur. Penemuan patung ini adalah salah satu temuan arkeologis terbesar di masa modern.


Sumber :
AFP, kompas.com




Sabtu, 28 Juli 2012

Sisa-sisa Dapur Purba Ditemukan di China


Sisa-sisa dapur purba, berupa tembikar berbahan tanah liat, ditemukan di Gua Xianrendong, Provinsi Jiangxi China.
Ilmuwan mengungkapkan, tembikar yang ditemukan berusia 20.000 tahun dan merupakan tembikar tertua yang ditemukan di dunia. Tembikar sebelumnya yang diklaim tertua berusia 2.000-3.000 tahun lebih muda.
Ofer Bar-Yosef, arkeolog dari Harvard University yang terlibat penelitian, mengatakan bahwa tembikar diduga menjadi bagian dari dapur purba karena memiliki cekungan yang diduga digunakan untuk memasak.

"Apa yang mungkin terjadi di China adalah pembuatan tembikar dimulai dari 20.000 tahun lalu dan tak pernah berhenti," kata Yosef seperti dikutip The New York Times, Kamis (28/6/2012).

Menurut peneliti, penemuan tembikar ini sekaligus mengungkap karakteristik masyarakat China dibanding masyarakat di belahan dunia lain.

"Dapur China selalu berbasis pada proses memasak dan mengukus. Mereka tidak pernah membuat roti seperti di wilayah Asia lainnya," ungkap Yosef.

Masyarakat yang memakai tembikar ini diduga masih berburu dan meramu. Pertanian di China baru dikenal 10.000 tahun lalu.

China berbeda dengan wilayah Timur Tengah. Wilayah ini sudah mengenal pertanian 1.000 tahun sebelum China memiliki kebiasaan mengolah makanan yang berbeda.

"Dapur Timur Tengah mungkin berbasis barbeque dan roti pita. Untuk membuat roti pita, Anda tak membutuhkan tembikar. Anda tinggal menggiling bijinya, mencampur dengan air, dan memanggangnya," urai Yosef.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Science yang terbit minggu lalu.


Sumber :  New York Times, 
Kompas.com                                                                












Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...