Tampilkan postingan dengan label manusia purba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia purba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Manusia Purba Juga Mengonsumsi Susu


Manusia purba yang hidup 7000 tahun lalu di Gurun Sahara di Afrika ternyata juga mengonsumsi susu, memprosesnya menjadi bahan makanan tertentu.

Itulah hasil penelitian arkeolog University of Bristol di Inggris yang dilakukan dengan menganalisis sampel tembikar bernama Takarkori yang ditemukan di Libya.

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature tersebut, Julie Dunne yang melakukan penelitian mengungkapkan, ada bukti bahwa manusia purba memproses susu.

"Kami tahu mereka memanaskannya, untuk membuat mentega atau lainnya," kata Dunne seperti dikutipNew York Times, Rabu (20/6/202).

"Kami belum tahu apakah itu mentega, keju atau yoghurt, tapi kami tahu mereka memrosesnya dalam periuk itu," lanjut Dunne.

Pemrosesan susu oleh manusia purba itu masuk akal. Manusia purba intoleran terhadap laktosa, jadi mereka perlu memproses susu agar bisa mengkonsumsinya.

Bukti adanya konsumsi susu juga tercermin dari seni gua yang dihasilkan oleh manusia purba pada masa tersebut. "Ada figur manusia dengan hewan ternaknya," kata Dunne. Bahkan, terdapat gambar orang yang tengah memerah susu dari sapi.


Sumber :
New York Time














































s







Senin, 30 Juli 2012

Moyang Manusia Pemakan Kulit Pohon





Salah satu nenek moyang manusia, yaitu spesies Australopithecus sediba yang ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 2008, ternyata pemakan kulit pohon dan kayu.

Studi terbaru yang dipimpin oleh Amanda Henry dari Max Planck Institute of Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, menguak hal tersebut. Riset dilakukan dengan analisis plak gigi yang memfosil, disebut calculus, pada Australopithecus sediba.

Secara lebih detail, riset menganalisis pola gigi, fragmen tumbuhan pada gigi dan data karbon isotop. Hasil penelitian menguak bahwa selain memakan buah dan dedaunan, moyang manusia tersebut juga memakan kulit pohon dan bahkan kayunya.

"Kami untuk pertama kalinya berhasil memakai tiga metode berbeda untuk merekonstruksi diet makanan dan memperoleh gambaran diet moyang manusia ini cukup baik, dan gambaran diet yang kita lihat cukup berbeda dengan hominin (moyang manusia) lainnya," kata Henry.

"Ini sangat mengagumkan, kami melihat ada lebih banyak variasi dalam spesies ini, lebih dari yang kami harapkan sebelumnya," ungkap Henry seperti dikutip BBC pada Rabu (27/6/2012).

Henry mengungkapkan, moyang manusia tersebar di banyak daerah dengan karakteristik habitat yang berbeda. Australopithecus sediba juga berjalan dengan dua kaki, tapi diduga juga memanjat pohon.

"Dia cukup primitif, memiliki otak yang sangat kecil, pendek dan memiliki lengan yang cukup panjang. Tapi dia secara pasti memang terkait dengan kita (spesies manusia)," jelas Henry.

Louise Humphrey dari Natural History Museum di London mengatakan, diet Australopithecus sediba memang unik, membuat kesan bahwa makhluk ini memang primitif. Tapi, saat ini ada perdebatan, apakah spesies tersebut moyang manusia atau sepupu manusia, artinya modern.

Henry mengungkapkan, banyak orang mungkin menolak ide bahwa moyang manusia yang memakan kulit pohon. Namun, pada dasarnya manusia tak pernah tahu apa yang mereka makan. Bisa saja yang dimakan adalah bagian dalam kulit pohon berupa getah yang mengandung gula.

"Jadi kalau yang dimakan adalah situp gula itu, yang merupakan getah dari pohon, maka itu bisa jadi bahan makanan yang sangat lezat," katanya.
Sumber :




, kompas.com


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...