Tampilkan postingan dengan label konspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Area 51


Pusat penelitian adalah merupakan tempat para ilmuwan melakukan kegiatan riset yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan perangkat pendukung yang dibutuhkan guna tercapainya sasaran dan tujuan suatu penelitian. Pada umumnya setiap negara maju ataupun sedang berkembang sangat berkepentingan untuk memiliki suatu pusat penelitian.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu negara, juga sangat ditentukan oleh hasil-hasil penelitian yang dikembangkan oleh negara bersangkutan. Seperti Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong, adalah pusat penelitian yang dimiliki Indonesia . Di dalam area ini terdapat banyak sekali fasilitas-fasilitas penelitian dalam naungan institusi pemerintah, seperti LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, yang terus meneliti dan mengembangkan iptek dengan tujuan damai.
Dari sekian banyak pusat penelitian yang terkenal di dunia internasional, adalah Area 51, merupakan fasilitas pengembangan dan pengujian militer yang sangat rahasia (top secret), yang dioperasikan oleh angkatan Udara Amerika Serikat. Area 51 berlokasi di dalam daerah pelatihan dan pengujian Nevada . Lokasi Area 51 berada di Lincoln Country berjarak 115,5 km sebelah utara Las Vegas dengan luas berkisar 103 kilometer persegi.
Area 51 didirikan pada tahun 1955 yang pada awalnya diperuntukkan melakukan pengujian pengembangan pesawat mata-mata Amerika Serikat Seri U-2 yang baru diciptakan. Pesawat U-2 dapat terbang sampai ketinggian 70.000 kaki. Selama operasinya U-2 telah secara bebas terbang di atas wilayah Uni Sovyet sampai akhirnya satu pesawat U-2 tertembak jatuh pada tahun 1960. Akhirnya U-2 dicat berwarna hitam pada tahun 1960-an. Sedangkan untuk mengelabuhi seolah-olah adanya penampakan benda angkasa yang tak dikenal biasa disebut UFO (Unditified Flying Object), beberapa U-2 dicat dengan warna silver mengkilat. Sejak itu Area 51 terus berkembang dan digunakan untuk berbagai pengembangan suatu proyek yang disebut sebagai Proyek Hitam (Black Project) yang terdiri dari pesawat seri Blackbird, seri Stealth Fighter dan seri Stealth Boomber. Seri Blackbird merupakan kelanjutan dari seri U-2 yang dimulai tahun 1962 dengan rancangan tipe A-12 dan SR-71. Sebagai contoh, tipe SR-71 memiliki kecepatan jelajah mencapai 3500 km/jam dengan ketinggian efektif jelajah 4830 km.
Seri Stealth Fighter merupakan pesawat tempur siluman pertama yang dirancang pada akhir tahun 1970-an. Pesawat ini sangat baik sekali beroperasi di malam hari. Tipe yang sangat dikenal adalah F-117 Nighthawk. Seri Stealth atau siluman merupakan suatu ide agar pesawat terbebas dari pantauan radar. Kecepatan jelajah pesawat ini berkisar 1040 km/jam dengan ketinggian yang baik sejauh 2110 km. Prestasi operasinya telah diperlihatkan pada perang teluk dan masih ditugaskan untuk melaksanakan target-target yang telah matang.
Seri Stealth Boomber merupakan kelanjutan pesawat siluman dari Seri Stealth Fighter yang telah dikembangkan secara luas. Seri pesawat siluman yang dikenal ini adalah tipe Black Manta dan B2. Daya jelajah lebih cepat dan lebih susah ditangkap radar dari pada seri Stealth Fighter. Walau pun demikian, strategi penyerangannya masih tergantung pada informasi dari target.
Saat ini proyek masa depannya ditujukkan untuk mengembangkan teknologi anti radar (Stealth Technology), pesawat pengintai tak berawak (UAVs or unmanned aerial vehicles) dan pesawat tempur (UCAVs, unmanned combat aerial vehicles), memungkinkan dapat menjelajah dengan kecepatan tinggi pada daerah jelajah yang sangat tinggi yang dikenal sebagai “ AURORA ”. Karena pesawat-pesawat ini tak berawak, maka pesawat ini dipercaya dapat digerakkan dengan kecepatan yang sangat dahsyat,. Dengan kata lain, manusialah yang benar-benar dapat membuat benda angkasa yang tak dikenal itu. Bersamaan dengan itu muncul lagi ide pengembangan pesawat angkasa X-33 yang secara teknologi belum dilakukan pengujian. Akan tetapi pesawat angkasa X-33 telah diyakini akan menjadi versi Aurora yang bersifat PUTIH (untuk kepentingan kedamaian).
Sejalan dengan penelitian pesawat tempur yang canggih, diperoleh pula data-data tentang adanya kehadiran mahluk angkasa yang menuju Bumi, yang lebih dikenal dengan nama Alien. Akhirnya sampailah kita pada suatu pertanyaan seberapa besar kemungkinan keberadaan Alien di alam semesta ini. Untuk hal itu, Area 51 telah terlibat dalam penyelidikan teknologi Alien. Berdasarkan isu yang santer dan dipercaya oleh banyak pakar, bahwa tim Area 51 telah menemukan dan menyelidiki secara rahasia reruntuhan UFO yang ditemukan di daerah Roswell, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, tahun 1947. Walau pun belum terdapat pembuktian yang jelas, beberapa pakar luar telah menduga bahwa ilmuwan Area 51 diklaim memiliki dan merawat satu mahluk Alien di suatu tempat yang sangat rahasia. Klaim tersebut diperkuat dengan pengakuan Bob Lazar seorang fisikawan, pada tahun 1989 bahwa dia telah bekerja disalah satu tempat penelitian yang berada pada daerah selatan Area 51 dan mengklaim bahwa Area 51 telah melakukan pengujian pesawat terbang yang luar biasa canggihnya dan juga telah melakukan komunikasi dengan Alien.
Keberadaan Alien di Area 51 ini menimbulkan suatu teori konspirasi yang merupakan hasil pengumpulan data dari reruntuhan pesawat Alien yang jatuh di Roswell dan pengakuan Bob Lazar pernah terlibat pada kegiatan tersebut, seperti pertemuan atau kontak dengan keadaan di angkasa dengan menggunakan peralatan secukupnya, pengembangan senjata berenergi sangat tinggi dan kegiatan-kegiatan yang secara luas di seluruh dunia. Berdasarkan isu yang beredar kegiatan teori konspirasi ini dilakukan di Danau Groom yang berada di sekitar lokasi Area 51. Namun sampai sejauh ini belum ada suatu penjelasan ilmiah yang gamblang dalam menjelaskan keberadaan Alien yang sesungguhnya. Usaha yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan data berupa laporan dan foto UFO hasil jepretan amatir.

Dikutip dari misteridunia.wordpress.com


Jumat, 08 Juni 2012

Projek Philadelphia yang masih misteri


Eksperimen Philadelphia adalah sebuah percobaan rahasia bersejarah yang dilakukan oleh militer Amerika di Philadelphia Naval Shipyard yang terletak di Philadelphia, Pennsylvania.
Percobaan rahasia ini berlangsung pada pertengahan Perang Dunia II pada 28 Oktober 1943. Selama percobaan ini, Angkatan Laut Amerika Serikat mengawal kapal perang yang dikenal dengan nama Destroyer USS Eldridge yang akan digunakan sebagai percobaan agar kapal perang ini dapat tak terlihat saat berada di medan pertempuran.
Untuk waktu yang cukup lama, penelitian ini sebagian besar dianggap sebagai tipuan karena berfikir untuk membuat sesuatu objek menghilang atau tak terlihat seperti berlandaskan pada literatur fiksi ilmiah atau cerita fiksi ilmiah. Angkatan laut Amerika Serikat bersikukuh mengaku tak pernah melakukan percobaan ini. Menurut pihak Amerika, rincian cerita sangat bertentangan dengan fakta-fakta terkait kapal perang USS Eldridge. meskipun begitu, hal ini terus mengangkat teori konspirasi yang terus menerus berkembang. Meskipun percobaan Philadelphia tidak pernah akan dikonfirmasi, namun, masih cukup banyak spekulasi serta kritik dari berbagai kelompok.
Cerita ini memiliki berbagai versi yang berbeda karena tidak pernah ada bukti secara visual. Namun secara teori, hal ini dapat dilakukan melalui konsep atau teori medan terpadu yang dicetuskan oleh Albert Einstein. The Unified Field Theory bertujuan untuk menggambarkan secara matematika dan fisika yang berkaitan antara kekuatan yang terdiri dari radiasi elektromagnetik dan gravitasi, meskipun sampai saat ini, tidak ada teori tunggal telah berhasil mengungkapkan hubungan ini dalam istilah matematika atau fisika yang layak. Menurut laporan, diyakini bahwa Unified Field Teori ini memungkinkan membuat suatu objek agar menjadi  tak terlihat.
Versi lain dari cerita ini mengusulkan bahwa para peneliti sedang mempersiapkan pengukuran magnetik dan gravitasi dari dasar laut untuk mendeteksi anomalinya, seharusnya didasarkan pada upaya Einstein untuk memahami gravitasi. Dalam versi ini ada juga terkait percobaan rahasia di Nazi Jerman untuk mencari antigravity, diduga dipimpin oleh SS-Obergruppenführer Hans Kammler.
Menurut cerita, ilmuan yakin bahwa beberapa teori dari cerita tersebut, memungkinkan Angkatan Laut Amerika untuk memanfaatkan generator elektronik besar yang bisa membelokan cahaya pada objek tertentu, sehingga, objek itu tidak dapat memantulkan cahaya ke mata manusia yang ada disekitarnya. Singkat kata, objek itu sebetulnya ada namun tak terlihat.
Menurut sebagian besar laporan, angkatan laut berhasil melakukan percobaan ini selama uji coba musim panas 1943. Selama tes pada tanggal 22 Juli 1983, diperkirakan angkatan laut berhasil membuat sebuah objek hampir sama sekali tak terlihat meskipun dalam laporan tersebut, menyebutkan bahwa areal sekitar objek yang menghilang tersebut muncul seperti kabut yang berwarna hijau.

Hanya Ilustrasi
Namun, setelah objek tersebut dibawa untuk menjadi terlihat lagi, ada banyak benda-benda atau anomali di sekitar kapal termasuk orang-orang mereka yang tertanam di sisi lobang dan struktur kapal lainnya.
Karena kejadian yang sangat kontroversial tersebut, akhirnya pemerintah mengklasifikasikan kejadian ini sebagai Top Secret. Selain itu beberapa komunitas ilmiah menganggap belum ada konfirmasi dari teori medan terpadu yang diterapkan sehingga seharusnya tidak membuktikan kejadian itu sama sekali.
NAMUN, coba lihat sebuah artikel yang berjudul “Ilmuan Akan Mewujudkan Jubah Gaib.” Para peneliti di Imperial College mengatakan pakaian seperti itu bisa segera jadi kenyataan. Mereka berharap bisa membuat jubah dari bahan baru yang dapat memanipulasi cahaya.
Biasanya, ketika cahaya menimpa sebuah obyek, maka akan memantul di permukaannya dan masuk ke mata dan membuat obyek terlihat.
Jubah yang tembus pandang itu terbuat dari ‘materi- meta’ yang bekerja dengan ‘meraih terus-menerus gelombang cahaya dan membuat mereka mengalir dengan lancar di sekeliling obyek, seperti air di sungai yang mengaliri putaran tongkat.
Meletakkan jubah di atas akan membuat pemakainya tak terlihat oleh mata manusia.
Tim di Imperial College mengatakan materi-meta itu bisa memiliki berbagai aplikasi lain, termasuk membuat mikroskop super sensitif atau untuk sensor keamanan bandara yang bisa melihat sejumlah kecil bahan kimia.
Sir John Pendry pemimpin proyek yang didanai oleh Trust dan Leverhulme akan mengerjakan bersama dengan University of Southampton. “Kami telah menunjukkan Jubah Gaib optik secara teori. Tantangan besar sekarang adalah untuk membangunnya.”
Coba kita bandingkan dengan teori medan terpadu yang juga berkonsep sama yaitu memantulkan cahaya yang datang ke objek sehingga objek tersebut tidak memantulkan cahaya sama sekali ke mata organisme.
Bagaimana menurut Anda? Silahkan Anda simpulkan sendiri apa yang sebetulnya telah terjadi dan mungkin yang Anda pikirkan sama seperti yang Saya pikirkan. Sampai kapanpun, misteri ini tidak akan pernah terungkap.
Source: Berbagai Sumber


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...